Friday, June 16, 2017

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Mengenai Meniere

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Mengenai Meniere | Apa itu Meniere? Meniere merupakan salah satu gangguan telinga kronis yang terjadi di bagian dalam yang dapat menyebabkan vertigo secara spontan. Sehingga memicu sensasi berputar pada diri sendiri atau sekelilingnya, akan kehilangan pendengarannya dan merasakan adanya sensasi tekanan dalam telinga, serta adanya deringan di telinga (tinnitus).



Setiap orang memiliki risiko yang sama terhadap terjadinya Meniere ini bahkan anak-anak pun bisa terserang Meniere. Namun Meniere lebih sering dialami oleh orang yang berusia 20-60 tahun. Dan wanita lah yang lebih berisiko dari pada pria.

Apa penyebab terjadinya Meniere?
  • Faktor keturunan.
  • Riwayat keluarga.
  • Mengalami infeksi telinga bagian tengah atau dalam.
  • Mengonsumsi alkohol.
  • Seseorang yang suka merokok.
  • Mempunyai alergi.
  • Mengalami cedera atau trauma pada kepala.
  • Mengalami migrain.
  • Infeksi virus seperti Meningitis.
  • Ketidakseimbangan senyawa kimia dalam cairan pada telinga bagian dalam.
Apa gejala yang dapat dirasakan akibat adanya Meniere?
  • Mengalami vertigo yang sering kambuh.
  • Merasa penuh atau terdapat tekanan di dalam telinga (aural fullness).
  • Telinga berdenging atau Tinnitus.
  • Kehilangan kemampuan dalam pendengaran.
  • Merasa mual.
  • Selalu berkeringat.
  • Merasa sakit kepala.
  • Mengalami kesulitan dalam mengendalikan mata.
Apa saja pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mengetahui Meniere?
  • ECoG atau Electrocochleography, yaitu mengukur respons saraf pendengaran terhadap suara.
  • VNG atau Videonystagmography, melakukan pengecekan gerakan mata yang tak terkendali.
  • Pengujian kalorik dengan air hangat atau dingin.
  • Tes darah atau MRI scan.
Apa saja pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Meniere?
  • Memperbaiki pola makan.
  • Terapi suara atau terapi lainnya untuk mengatasi Tinnitus.
  • Terapi rehabilitasi vestibular.
  • Menggunakan alat bantu pendengaran.
  • Mencegah stres atau depresi.
  • Pemberian obat seperti untuk vertigo.
  • Operasi pemotongan saraf vastibular dan pengangkatan bagian dalam telinga (labyrinthectomy) jika gejala yang dirasakan semakin menjadi.
Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan kami beritahukan bahwa Informasi yang kami sampaikan bukanlah pengganti nasihat medis. Ini hanyalah sekedar informasi untuk anda dalam hal Gangguan Telinga yaitu Meniere. Terima kasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa.


Jangan Anggap Sepele Telinga Berdenging (Tinnitus)

Jangan Anggap Sepele Telinga Berdenging (Tinnitus) | Sebelumnnya kami mengucapkan selamat datang di halaman blog kami. Pada kesempatan lalu, kami telah menerbitkan artikel mengenai Gendang Telinga Pecah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai Tinnitus.



Tinnitus ini merupakan salah satu penyakit dari gangguan telinga dengan bunyi berdenging pada telinga yang disebabkan oleh suatu kondisi, seperti cedera pada telinga. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Tinnitus adalah telinga yang berdering, berdesir atau jenis suara yang tampaknya berasal di telinga atau kepala. Hal ini bukanlah kondisi yang yang serius, melainkan hanya gangguan yang akan menghilang dengan sendirinya. Namun, meski demikian Tinnitus membutuhkan tindakan terapi jika suara-suara tersebut dapat menggaggu aktivitas anda.

Tinnitus ini dapat dialami oleh semua orang dan dalam segala usia. Namun, gejala Tinnitus umumnya banyak dialami oleh orang yang berusia 65 tahun. Dan lebih sering mempengaruhi pria dibanding wanita.
 
Jenis-jenis Tinitus
  • Tinnitus subjektif, pada kondisi ini suara berdenging hanya dapat di dengar oleh penderita saja.
  • Tinnitus objektif, kondisi ini suara yang berdenging dapat juga didengar oleh dokter ketika dokter memeriksanya.
Penyebab Tinnitus
  • Kerusakan telinga bagian dalam.
  • Kebisingan paparan yang dapat merusak atau menghancurkan sel-sel rambut di dalam telinga.
  • Penyakit kardiovaskular.
  • Trauma pada kepala dan leher.
  • Beberapa jenis tumor.
  • Mendengar bunyi yang terlalu keras.
  • Adanya penumpukan kotoran pada telinga.
  • Penumpukan cairan dalam telinga bagian tengah.
  • Adanya pertumbuhan tulang telinga yang abnormal.
  • Pengaruh obat seperti ototoxicity.
  • Tinnitus yang berdenyut.
  • Menderita Meniere.
  • Gendang telinga yang pecah.
Gejala Tinnitus
  • Telinga berdering, berdesir, berdengung bahkan bersiul dalam waktu lama.
  • Sulit tidur karena bunyi tersebut.
  • Mengalami depresi.
  • Flu yang tidak sembuh dalam 7 hari.
  • Pusing kepala.
  • Mengalami gangguan pendengaran.
Diagnosis Tinitus

Dalam pemeriksaan Tinitus tentunya anda harus pergi ke dokter THT. Pemeriksaan lebih lanjut biasanya akan dilakukan dengan cara pengevaluasian pendengaran, Uji gerakan, pemeriksaan darah, CT scan dam MRI.

Pengobatan Tinitus
  • Pemberian obat tetes telinga, jika Tinitus disebabkan oleh kotorang telinga.
  • Tinitus yang terjadi karena obat, maka obatnya akan diganti dengan obat-obatan yang lebih aman.
  • Dengan alat pembantu pendengaran.
  • Operasi atau pembedahan.
  • Terapi suara.
  • Tinitus retraining therapy (TRT).
  • Terapi perilaku kognitif (CBT).
Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan kami beritahukan bahwa Informasi yang kami sampaikan bukanlah pengganti nasihat medis. Ini hanyalah sekedar informasi untuk anda dalam hal Gangguan Telinga yaitu Gendang Telinga yang Pecah. Terima kasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa.

Bahaya Penyakit Gendang Telinga Pecah Bisa Sebabkan Tuli

Bahaya Gejala Gendan Telinga Pecah Bisa Sebabkan Tuli - Selain penyakit yang dapat menyerang mata maupun organ lain yang biasa kita temui, ternyata telinga juga mempunyai risiko untuk terkena gangguan semacamnya. Misalnya gangguan Gendang telinga yang pecah. Apa sebelumnya kalian pernah mendengar kondisi satu ini? Jika tidak mari kita simak arttikel berikut.


Gendang telinga pecah merupakan istilah pengganti untuk menjelaskan adanya robekan atau lubang pada membran timpani. Membran ini mempunyai peranan penting dalam hal menangkap suara dan mengantarkannya ke telinga bagian tengah dan dalam. Kondisi ini memang dapat disembuhkan dalam waktu beberapa minggu atau bulan, namun juga berisiko terhadap keruskan pendengaran yang bersifat permanen.

Penyebab Gendang Telinga Pecah
  • Mengalami infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media).
  • Masuknya benda kecil atau asing ke telinga seseorang yang dapat menyebabkan robeknya gendang telinga. 
  • Mengalami trauma akibat adanya ledakan yang keras yang dapat menyebabkan robeknya gendang telinga.
  • Barotrauma atau stres pada telinga.
  • Trauma pada kepala seperti retak pada tengkorak.
  • Adanya perubahan tekanan di telinga seperti, saat terbang dalam sebuah pesawat.
Gejala Gendang Telinga Pecah
  • Sakit telinga yang sangat namun dapat mereda.
  • Keluar cairan yang bercampur darah, nanah, hingga cairan jernih.
  • Mengalami vertigo.
  • Telinga berdengung (Tinnitus).
  • Demam tinggi.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Mual dan muntah akibat vertigo.
Pengobatan Gendang Telinga Pecah
  1. Penambalan. Hal ini dilakukan jika lubang atau robekan tidak menutup dengan sendirinya.
  2. Antibiotik. Hal ini dilakukan untuk menyembuhkan infeksi yang telah menyebabkan gendang telinga pecah.
  3. Pembedahan atau myringoplasty. Dengan melakukan pencangkokan terhadap jaringan yang berlubang atau sobek.
Selain pengobatan diatas, anda juga harus melakukan beberapa hal agar kerusakan tersebut bisa cepat sembuh. Hal berikut yang harus anda lakukan adalah:
  • Hindari membersihkan telinga untuk sementara waktu.
  • Menjaga telinga dalam keadaan tetap kering.
  • Tidak membuang ingus kuat-kuat.
  • Jaga selalu telinga anda agar tidak dimasuki oleh benda-benda asing.
  • Komplikasi Akibat Gendang Telinga Pecah
  • Mengalami kista telinga bagian tengah atau Cholesteatoma.
  • Akan kehilangan pendengaran.
  • Mengalami perubahan pada indra perasa.
  • Mengalami kelumpuhan sementara.
  • Otitis media (Mengalami infeksi pada telinga bagian tengah).
Demikianlah artikel yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Dan kami beritahukan bahwa Informasi yang kami sampaikan bukanlah pengganti nasihat medis. Ini hanyalah sekedar informasi untuk anda dalam hal Gangguan Telinga yaitu Gendang Telinga yang Pecah. Terima kasih atas kunjungan anda dan sampai jumpa.